Cerita Dewasa Hilangnya Perwanan Cheerleader Basket

 

Seorang anggota cheerleaders team basket SMA yang bernama Ajeng, bukanya memberi Support untuk team basketnya, melainkan dia berhungan sex dengan salah satu pemain basket dari team lawan. Bahkan pada hati itu dia juga ehilangan keperawananya. Ingin Tahu kelanjutanya para pembaca ??? langsung saja simak cerita dibawah ini !!!

Berpakaian serba minim adalah hal yang biasa untuku. Apalagi ketika aku sedang memberi dukungan kepada tim olahraga disekolahanku. Jika para pembaca penasaran kenapa berpakaian serba minim dan sexy adalah hal yang biasa untuku, karena memang
aku adalah salah satu anggota team Cheerleaders disekolahku.

Cerita Dewasa Hilangnya Perwanan Cheerleader Basket

Namaku Ajeng aku adalah salah satu siswa disalah satu SMA Negri dijakarta selatan, sekarang sudah 2 tahun ini aku menjadi anggota team cheerleaders, dan sekarang aku sudah kelas 2 SMA. Sebagai anggota Cheerleaders aku termasuk salah satu andalan di teamku, selain aku memang cantik dan berbody sexy aku juga sering menciptakan gerakan-gerakan baru untuk teamku.

Sampai pada suatu ketika team basket di sekolahanku saat itu sedang bertanding dengan SMA lain. Ditengah pertandingan yang seru itu dan aku sedang memeberikan support untuk team basket sekolahanku ada seorang pemain cadangan dari team SMA yang selalu nemperhatikanku terus-menerus, sesekali ketika aku melihat kearahnya dia tersenyum kepadaku.

Aku yang sedang aktif dalam memberikan support saat itu tidak begitu memperhatikanya dan aku cenderung cuek kepadanya. Setelah beberapa pertandingan berjalan dengan seru, pada akhirnya peluit-pun terdengar menandakan bahwa quarter 1 telah usai. Dengan usainya quarter pertama, maka aku-pun juga harus break untuk mengumpukna tenangaku lagi.

Saat itu aku-pun duduk dibangku yang dikhususkan untuk para team cheerleaders. Saat itu aku baru saja duduk dan tiba-tiba saja aku dihampiri oleh seorang pemain basket dari team lawan yang ternyata setelah kuperhatikan dia adalah pemain cadangan yang memperhatikanku tadi. Dengan gantle-manya dia tanpa ragu diapun mengulurkan tanganya kepadaku,

“ Hey, boleh kenalan nggak, ” ucapnya smebari mengulurkan tangannya.

Saat itu aku-pun sejenak agak terkejut dan kagum dengan keberanianya. Saat itu aku duduk bersama team Cheerleaders-ku, walaupun dia saat itu mengulurkan tanganya kepadaku, namun untuk memastikan bahwa dia memang ingin berkenalan denganku aku-pun bertanya kepadanya,

“ Eummm, mau kenalan sama yang mana yah, ” ucapku berbasa-basi.

“ Ya kamu dong cantik, udah jelas tangan aku mengarah kekamu, masak iya aku mau kenalan sama temen kamu, hhe, ” ucapnya menegaskan kepadaku bahwa memang dia ingin berkenalan kepadaku.

“ Dasar nih Ajeng nggak peka banget sama cowok seganteng ini, ” sahut salah satu teman cheerleaders-ku.

“ Apaan sih kamu Mel, orang aku nggak tahu, bisa ajakan dia mau kenalan sama kamu atau yang lainya, kan disini ada banyak cewek, ” ucapku menanggapi kata-kata Amel salah satu teman cheerleadersku.

Kemudian saat itu kami-pun berkenalan dan kami saling tahu nama kami masing-masing. Setelah perkelan itu aku mengetahui namanya, dia bernama Indra dia. Kemudian melihatkiu yang nampak kehausan diapun mengajak aku kekantin untuk mengobrol dan aku saat itu mengiyakan ajakanyakarena aku haus sekali,

“ Maaf ya semua, Ajengnya aku pinjem dulu yah sebentar yah, ” ucapnya berpamitan kepada teman-temanku.

“ Yaudah aku kekantin duliu ya Say sama Indra, bey…, ” ucapku berpamitan kepada teman-temanku.

Setelah itu kamipun segera menuju kekantin SMA-ku. Indra ini anaknya selain gantleman dia juga ganteng dan atletis sekali tubihnya. Tak heran jika tubuhnya atletis karena memang dia adalah pemain basket. Setelah kami berbincang kami aku baru tahu bahwa dia sebenarnya adalah pemain andalan dari team itu.

Karena saat itu dia berkata dia sedang cidera karena pertandinagn sebelumnya tepatnya seminggu yang lalu. Mimpi apa aku semalam sampai pemain basket seganteng Indra, sungguh beruntung sekali dia mau berkenalan denganku. Sesampainya dikantin kami-pun memesan minuman semabri berbincang, ditengah asiknya kami berbincang tidak berapa lama dia berkata,

“ Shin, kamu manis banget sih, ” pujinya dengan tatapan matanya yang menuju pada payudaraku.

“ Gombal banget sih kamu Ndra,huwww…, ” jawabku tersipu malu.

Saat itu seeketika wajahku langsung memerah, dan rasanya jantungku berdetak dengan kencang sekali. Belum sempat kamimengobrol lebih jauh lagi tiba-tiba terdengar suara peluit,

“ Prittttttttttttttt…. !!!, ”

Suara peluit berbunyi tanda bahwa akan dimulainya pertandinganbasket quarter 2. Saat itu aku langsung mengajaknya balik ke lapangan. Kami yang mendengar peluit maka kami-oun segera bergegas menuju lapangan basket. Ditengah perjalanan kami menuju lapangan basket, kami yang melewati kelas-kelas yang saat itu kosong, tiba-tiba saja Indra meraih tanganku dan menarik aku masuk ke dalam kelas yang kosong itu.

Tenagaku yang kalah kuat denagan Indra amaka saat itu-pun tarikan tangannya membawa aku masuk kekelas, setelah kami berada didalam kelas dengan cepatnya dia menutup pintu dan mengunci slot pintu yangada dipintu kelas kosong itu dari dalam. Aku yang merasa kaget dengan tindkanya itu maka aku-pun bertanya,

“ Aduh kamu ini mau ngapain sih bawa masuk aku kekelas ini dan kenapa juga pintunya oakai dikunci segela ??? pertandingan basket quarter ke-2 kan udah mau mulai, nanti kalau kita dicariin gimana ?, ” tanyaku padanya.

Saatb itu tidak menanggapi perkataanku itu, namun dia malah memelukku dari belakang kemudian dia mengalihkan pembicaraan melainkan dengan berbisisik ditelingaku,

“ Jeng kamu tuh cantik banget, udah gitu badan kamu sexy lagi, aku suka sama Jeng, ” ucapnya sembari melingkarkan kedua tanganya pada pinggangku.

Huh… seketika itu aku merasa shock dengan perlakuanya yang seberani itu padaku, aku tidak menyangka dalam perkenalan yang sesingkat itu dia sudah berani memeluk-ku. Hatiku saat itu merasa dilema, Disisi lain aku juga sangat tertarik padanya, namun disisi lain aku juga berfikir apakah aku harus dengan mudahnya membiarkan dia menjamah tubuhku, ucapku dalam hati.

Setelah itu aku-pun langsung membalikan badanku kerahnya dengan posisi tangan Indra yang masih melingkar pada pinggangku. Saat itu mau mencoba menegur agar melepas pelukanya. Namun ketika aku sudah berbalik badan tiba-tiba saja dia langsung mencumbu bibirku demhan mesranya. Saat itu niatku untuk menegurnya tiba-tiba saja hilang.

Aku merasa aliran darahku bersesir begitu cepatnya dan juga jantungku berdetak lebih kencang. Jujur saja, walaupun aku ini seorang cheerleaders yang selalu berpakainminim, namun kalau dalam masalah percintaan belum sekalipun tubuhku tersentuh oleh seorang laki-laki, bisa dibilang aku termasuk gadis yang masih polos dan masih Virgin.

Karena baru pertama kalinya bibirku dicium oleh laki-laki, maka saat itu-pun tidak bisa berbuat apa-apa selain membiarkan bibir dan lidahnya mencumbn bibirku. Aku benar-benar bingung aku harus berbuat apa, badanku saat itu terasa kaku dan rasanya gairahku membara sekali. Setelah beberapa saat Indra menikmati bibir tipisku, secara spontan aku-pun meresponya.

Aku mulai membalas ciumanya dan kami-pun saat itu saling berpangutan dengan penuh gairah sex. Secara tidak sadar ketika kami bercumbu aku-pun mulai melingkarkan kedua tanganku di pundaknya dan desahan kecilku-punmulai keluar dari mulutku,
“ Ssssshhhh… Ouhhhhhhh…, ” desahku lembutku sembari mataku terpejam.

Baru pertama kali aku merasakan hal seperti ini, rasanya semua tubuhku bergetar dan merasa geli pada area kewanitaanku. Melihat aku yang sperti itu Indra-pun semakin berani, tangannya mulai beralih kepayudara dan pantatku. Dia meremas payudaraku dan meremas-remas pantaku dengan penuh nafsu. Karena saat itu aku merasakn sensasi gairah yang sbegitu nikmat aku-punmembiarkanya sembari bibir kami terus berpangutan.

Bebrapa saat dia melakukan itu padaku, kami yang saat itu sudah diselimuti dengan gairah, Indra-pun mengambuil kesempatan itu. Mulailah dia menyelipkan tangan kananya dari balik seragam Cheerleadersku ke dalam bajuku dan diremaslah payudaraku yang masih terlindung oleh Bh-ku. Dan tak hanya itu, bahkan tangan kirinya-pun mulai beralih pada area kewanitaanku.

Kemudian diapun meremas-remas payduaraku dari luar Bh-ku, dan tanganya mulai menggesek-gesek kewanitaanku dari luar celana dalamku,

“ Ouhhhhhhhhh… Sssssssshhhh…. Ndra jangan, Euhhhhh…., ” ucapku menolak namun aku tidak berusaha mengehentikan tindakannya.

Bibirku saat itu sejenak melepas ciuman kami, dan berusaha menolak, namun dengan cepatnya Indra-pun mencumbu bibirku lagi agar aku tidak bisa berbicara lagi. Kewanitaanku terasa sangat geli sekali karena gesekan tanganya, dan aku merasa kewanitaanku terasa berdenyut-denyut. Lalu celana dalamku nampaknya terasa basah, seakan ada cairan yang keluar dari kewanitaanku.

Entah saat itu cairan apa yang keluar, namun aku merasakan ada cairan kental seperti keputihan yang membuat celana dalamku basah. Ah terserah apa tadi yang keluar, initinya pada sat itu aku merasakan nikmat yang luar biasa. Mungkin tanagn Indra merasakan juga basahnya cairan pada celana dalamku, lalau dia-pun berkata,

“ Jeng, kamu keluar yah, ” ucapnya lalu tersenyum kepadaku.

Saat itu aku hanya diam karena aku tidak mengerti dengan maksud Indra, yang aku tahu saat itu adalah merasakan nikmatnya remasan pada payudara dan gesekan tangan Indra pada kewanitaanku. Ketika aku sedang nikmat-nikmatnya merasakan gairahku,

“ Sayang, aku lepas celana dalam kamu yah ???, ” ucapnya pelan namun mematikan.

Saat itu aku yang merasa tanggung aku-pun hanya menganguk saja. Kemudian setelag itu dengan cepatnya dia-pun melucuti celana dalamku dan menyingkapkan Rok mini-ku keatas sampai kepinggangku. Saat itu terlihatlah kewanitaanku yang putih mulus dengan sedikit bulu kewanitaan. Nampak Vaginaku putih bersih kontras sekali dengan hitamnya bulu vaginaku,

“ Indah sekali sayang memek kamu sayang, ” ucapnya sembari kagum melihat kewanitaanku yang indah itu.

Kemudian setelah berkata seperti itu, dia langsung mengambil posisinya dan berjongkok tepat didepan kewanitaan-ku. Dengan penuh nafsu bibirnya-pun langsung menciumi liarnya,

“ Ouhhh… geli sekali Ndra… Ahhhh… kamu apakan memek aku, Ouhhh… Sssshhh…Ahhhh…, ” mulutku meracau sembari tubuhku menggelincang hebat.

Vagina-ku terasa hangat dan geli ketika lidah Indra mulai menjilati bibr vaginaku dan sesekali liadahnya masuk kedalam belahan vaginaku. Badanku merinding, tubuh-ku kaku dan desahanku semakin sering saja meracacau karena merasa geli bercampur nikmat. Saat itu terasa vaginaku semakin basah saja, aku merasa semakin sering vaginaku mengeluarkan cairan kental.

Indra dan aku sudah tidak memperdulikan pertadingan basket yang telah berlangsung saat itu, yang kami perdulikan hanyalah birahi sex yang membakar kami dikelas kosong itu. Aku merasa nikmat sekali, apalagi ketika itu semabri terus menjilati vaginaku, tangan kiri Indra yang panjang mulai meraih buah dadaku dan meremasanya, Ouh… sungguh nikmatnya rangsangan Indra.

Beberapa menit Indra menjilati vagina dan meremas payudaraku, aku sungguh merasa lupa akan segalanya, yang kurasakan hanyalah nikmat dan nikmat saja waktu itu. Mataku terpejam dan kepalaku mendongak karena memnag Indra benar-benar pandai memberi rangsangan kepadaku. Lagi-lagi ditengah kenikmatan yang akau rasakan Indra berhenti,

“ Sayang… BH kamu lepas dong, aku susah nih mainin toket (payudara) kamu, ” ucapnyaperlahan sembari kepalannya mendongak keatas.

Dia mendongak keatas karena saat itu memang aku berdiri dan posisi dia jongkok dibawahku,

“ Iya Ndra…, ” ucapku dengan wajah mermerah.

Lalu aku-pun segera melepas BH-ku kemudian aku juga memposisikan baju cheerleader-ku keatas. Sehingga saat itu payudaraku terlihat dan bergantungan dibawah bajuku yang terlipat keatas. Lalu,

“ Makasih ya sayang, ” jawabnya singkat.

Saat itu aku-pun tersenyum saja, kemudian dengan penuh birahi sex Indra-pun menarik aku pada sebuah meja lalu dia menidurkan aku di meja itu. Saat itu posisiku tertidur dimeja namun betisku bergelantung pada sudut meja. Kemudian setelah itu Indra menaikan kakiku diatas meja dengan posisi menekuk, kemudian pahaku dibukanya lebar-lebar.

Maka saat itu telihatlah belahan vaginaku yang merah merekah dan berlumur lendir kawin-ku. Terlihatlah wajah Indra yang penuh gairah sex seakan sudah tak sabar lagi menghujat vaginaku yang masih perawan dengan kejantan-nya. Setelah Diapun segera melucuti baju, celana kolor basket dan tak lupa celana dalamnya juga dilepasnya.

Seketika aku merasa kagum sekali dengan kejantanannya yang sudah ereksi dan tegak keatas. Nampak begitu perkasa sekali penis-nya. Sungguh besar dan panjang sekali kejantananya, sampa-sampai kejnatanya berdiri tegak sampai kepusarnya. Aku sempat berkata dalam hati, apakah kejantanan itu akan muat pada vaginaku jika dia membenamkanya didalam Vaginaku.

Ditengah kekagumanku pada penis Indra, tiba saja Indra mengkulum putting susuku sembari kejnatananya digesek-gesekan pada bibir vaginaku,

“ Ouhhhhhhh… Eummmm… Geli Ndra… Ssssssshhh… Ouhhhh… jangankamumasukan kejantanan kamu yah… Eughhhh… Aku masih perawan Ndra… Sssssshhh… Aahhh…, ” ucapku mendesah sembari meminta dia agar tidak memperawaniku.

Aku sungguh tidak kuasa menahan rasa geli dari permainanya pada payudara dan vaginaku. Tubuhku meliak liuk diatas meja karena geli bercampur nikmat akibat perlakuan Indra. Seitar 1o menit dia melakukan itu, vagina-kupun semakin basah saja saat itu. Aku sungguh sudah terangsang sekali dibuwatnya. Sesekali penisnya-pun dimasukan pada bibir vaginaku,

“ Aow… Uhhhh… Ndra… Sssssshhh…, ” desahku.

Tubuhku semakin mengelincang dan desahanku semakin sering keluar saja dari bibrku yang tipis ini. Kuluman payudara dan gesekan penisnya pada vaginaku membuat aku melupakan segalanya. Diitengah kenikmatanku yang kau rasakan tiba-tiba saja,

“ Zlebbb…,Aowwwwwwwwwww… Sakit Ndra… Aow…Huhhhhhh…, ” jeritku sembari tanganku memegang erat bahu Indra.

Saat itu masuklah setengah kejantan Indra menjebol selaput darahku. Sungguh sakit sekali rasanya ketika Indra menjebol keperawananku, yang aku rasakan saat itu seperti ada sebuah pisau yang merobek selaput darahku, sungguh luar biasa sakitnya,

“ Ka… kamu tega sekali Nra… Huhhhhh…Aow…, ” ucapku lagi.

Beberapa sat aku meracau karena merasaka sakit yang , luar biasa. Saat itu Indra tidak berkata sedikit-pun. Kira-kira 2 menit setelah akumenggerutu alu Indra-pun mulai menarik penisnya kebelakang lalu mulailah dia mengenjot kejantananya dengan perlahan pada Vaginaku,

“ Ssssshhh… Aaahhhhh…, ” desah Indra dengan mata terpejam sembari perlahan menggenjot vaginaku secara perlahan.

Saat itu Indra sempat menegakan tubuhnya dan melihat kerah vaginaku, mungkin saat itu dia melihat kejantananya telah terlumuri darah keperawananku, lalu,

“ Sakit Ndra.. Aow…. Ssssshhh… Aow… sakit… Eughhh…, ” ucapku perlahan.

Indra lagi-lagi tidak berkata apapun, yang dia lakukan hanya memaju mundurkan kejantananya pada vaginaku. Karena saat itu terus meracau kesakitan, maka Indra-pun menamhkan rangsangan padaku, sembari terus menggenjot Vagina-ku dia menjilati leher, telinga dan tengkuk-ku. Benar-benar terasa geli bercampur sakit saat itu.

Beberapa menit dia terus melakukan itu. Lama-kelamaan rasa sakit yang aku rasakn mulai pudar, kini yang aku rasakan hanya sebuah sodokan kejantanan Indra pada Vaginaku. Rasanya sungguh gelid dan nikmat. Vaginaku terasa semakin basah oleh lendir kawin yang bercampur darah perawanku. Aku sudah mulai merasa nikmat,

“ Ouhhh… sodok pelan-pelan ya sayang… Sssshhh… Aahhhhh…, ” ucapku yang sudah mulai merasakan nikmat.

“ Iya sayang, udah enak kan sekarang… Ouhhhh…, ” ucapnya padaku sembari tersenyum.

Dia terus mengayunkan kejantananya dengan konstan, desahan kamisaat itu saling bersahut-sahutan. Didalam kelas kosong itu kami bersenggama dengan penuh gairah, seakan saat itu hanya kami yang paling nikmat di dunia ini. Segala persoalan apa-pun nampaknya akan hilang seketika jika semua orang sedang melakukan hubungan Sex.

Gerakan penis Indra yang tadinya pelan-pun kini bertambah cepat dan semakin cepat,

“ Ouhhh Ndra… Enak sayang… Ouhhh… Ahhh… Ahhh… Ahhh… Ahhh…, ” desahku mulai tidak terkontrol seiring dengan bertambah cepatnya sodokan kejantanan Indra pada vaginaku.

“ Enak ya sayang… Sssshhh… Ahhhh…, ” ucapnya sembari tersenyum.

“ Iya sayang… terus lakukan seperti itu… Ouhhh …. Ahhhh…, ” jawabku sembari mendesah.

Beberapa saat Indra menggenjotku, tiba-tiba vaginaku berdenyut seperti ada yang keluar dari dalamnya,

“ Ahhhhhhhhhhhhh…. Sayang aku pipis… Ouhhhh…. Eummm…, ” ucapku semnbari tubuhku menggelincang diatas meja.

“Hahaha, kamu lucu sekali sayang, Itu bukan pipis sayang, itu namanya kamu orgasme, ” ucapnya sembari tertawa dan terus menggenjot vaginaku dengan cepatnya.

Saat itu aku benar-benar terasa seperti buang air kecil, baru aku tahu kalau saat itu aku telah orgasme. Memang benar-benar nikmat bersenggama itu, benar sekali kalau kata orang jika berhubungan sex adalah surge dunia dan penghilamng stress. Tubuhku terus mengelincang dan desahanku terus keluar dari mulutku.

Tidak terasa sudah 15 menit kejantanan Indra menjajah liang senggamaku, entah sudah berapa kali aku Orgasme saat itu. Saat itu aku tidak bisa membedakan antara orgasme dengan lendir yang keluar dari vaginaku yang berfungsi untuk membasahi liang senggama agar tetap basah. Yang aku saat itu hanyalah sebuah sensasi sex yang benar-benar nikmat sekali.

Saat itu Indra dengan sepenuh tenaga menggenjot Vaginaku, aku sungguh merasa nikmat dan lemas. Tiba-tiba saja saat itu Indra semakin cepat menngenot vaginaku, dandia berkata,

“ Sayang aku mau keluar, Ouhhhh…., ” ucapnya Indra nampaknya akan mendapatkan Klimaksnya.

Setelah itu-pun Indra segera mencabut penisnya kemudian dia berlari menuju samping meja dan mengarahkan kejantanya pada bibirku,

“ Sayang buka bibir kamu… Ouhhh… Ahhhh…, ” ucapnya sembari mengocok penis dengan tanganya.
Aku-pun saat itu bergegas membuka mulutku, dan ,

“ Ahhhhhhhhhh…. Crotttttttttttttttt…. Crotttttttttt… Crottttttttttt… Crotttttttttt…, ”

Tertumpahlah sperma Indra memenuhi mulutku, Indra saat itu terus mengocok penisnya didalam mulutku. Aku yang baru pertama kali merasakan seperti itu, rasanya inginmuntah ketika sperma Indra tertumpah dalam mulutku. Rasanya amis dan kental sekali spermanya. Setelah memastikan spermanya sudah keluar semua dimulutku lalu dia mencabut penisnya,

“ Ayo sayang telan sperma aku, jangan dimuntahkan, Sperma tuh bisa buwat kamu awet muda dan membuat kulit wajahmu menjadi semakin berkilau, ” ucapnya ditengah mulutku yang terpenuhi oleh spermanya.

Saat itu aku-pun bergegas duduk diatas meja dengan posisi mulut penuh dengansperma Indra. Rasanya aku saat itu ingin segera memuntahkan sperma itu, namun karena Indra meyakinkan aku dengan kata-katanya, maka aku-pun dengansedikit memaksa diri kemudian aku menelanya,

“ Arghhh… rasanya nggak enak banget Ndra pejuh (sperma) kamu, hihhh…, ” ucapku sembari merinding dan mual rasanya.

“ Hhe… awalnya memang nggak enak sayang, tapi kalau kamu nanti merasakan khasiatnya pasti kamu bakal ketagihan deh, ” tawanhya lalu berkata sperti itu padaku.

Saat itu kami-pun sedikit bergurau dengan posisi vaginaku yang masih berlumuran lendir kawin bercampur darah keperawananku tadi. Setelah ML ditengah gurauan kami vaginaku terasa sedikit nyeri, namun rasa itu tidak kuperdulikan jika mengingat nikmatnya tadi ketika kami bersenggama. Kemudia ditengah gurauan kami Indra berkata,

“ Maafin aku ya sayang aku udah merenggut keperawana kamu, udah gitu aku tadi maksa lagi, aku janji nggak akan ninggalin kamu, ” ucapnya dengan mata yang berkaca-kaca.

Aku sungguh heran denganya, padahal aku yang kehilangan keperawanan tapi kenapa dia yang matanya berkaca-kaca seperti akan menangis. Lalu,

“ Nggak papa kog Ndra, aku nggak menyesal kog keperwanaku hilang sama kamu, makasih ya Ndra kamu udah aku kasih kenikmatan, I love you Ndra…, ” ucapku dengan sepenuh hati.

“ Love You Too sayang, makasih ya sayang, mulai hari ini juga kita jadian yah sayang, Emuuuuacchhh…., ” jawabnya kemudian dia mencium keningku.

“ Iya sayang kita jadian, Emuuuaachhh…, ” balasku lalu aku mencium pipinya.

Setelah itu aku-pun dan Indra membersihkan alat vital kami masing-masing menggunakan lap seadanya, kami mneggunakn taplak meja yang ada di meja guru saat itu. Entah itu bersih atau kotor kami tidak memperdulikannya. Setelah itu kemudian kami merapikan diri masing-masing dan segera keluar kelas secara sendiri-sendiri agar tidak ada yang curiga pada kami.

Tidak lupa taplak meja yang kami gunakan tadi aku bawa dan aku masukan pada tempat pembuangan sampah sementara. Kebetulan sekali letaknya tidak jauh dari kelas yang kami gunakan untuk berhubungan sex tadi. Kemudian kami-pun menuju kelapangan basket dan sesampainya disana aku-pun langsung bergabung dengan team Cherrleader untuk memberikan support lagi kepada teambasket sekolahan kami.

Singkat cerita setelah itu kamipun menjadi sepasang kekasih, hubungan kami-pun berjalan dengan harmonis dan penuh rasa perduli satu sama lain. Selain aku mendapatkan pacar atlit yang ganteng aku juga mendapatkan kepuasan dalam hal sex. Ternyata benar lata orang-orang bahawa seorang atlit itu perkasa sekali dalam berhubungan sex. Demikianlah cerita sex melepas keperawanan dengan seorang pemain basket. TamaT.,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

Related posts